Bukuini menampilkan Biografi 15 Ulama Pilihan, mereka yang terlahir dari kondisi sulit dan susah, kemudian mereka menjadi bintang umat yang bercahaya. Berikut di antara isinya: *** Imam Al-Faqih Al-‘Alim Al-Auza’i, Anak Yatim yang Dirawat Sang Ibu. Nama dan kelahiran Al BiografiUlama Al-Auza'i Masjid Malacca Straits di Malacca, Malaysia Beliau dikenal dengan nama nisbahnya, Al-Auza’i, nisbah ke daerah Al-Auza’, salah satu wilayah di PersaksianPara Ulama terhadap Imam Malik. 1. Imam malik menerangkan tentang dirinya; ‘aku tidak berfatwa sehingga tujuh puluh orang bersaksi bahwa diriku ahli dalam masalah tersebut. 2. Sufyan bin ‘Uyainah menuturkan; “Malik merupakan orang alim penduduk Hijaz, dan dia merupakan hujjah pada masanya.”. 3. cash. We're sorry, but we can't find the page you were looking for. It's probably some thing we've done wrong but now we know about it and we'll try to fix it. In the meantime, try to go homepage Back to Homepage Imam Al-Auza’i 88 H 706/707 M – 157 H 773/774 M adalah ulama ahlussunnah dan eponim bagi mazhab fikih Auza'i. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Amr bin Yuhmad Al-Auza’i. Al-Auza’i adalah nisbah ke daerah Al-Auza’, salah satu wilayah di Damaskus. Menurut Adz-Dzahabi, dia adalah seorang "Syaikh Islam, 'alim wilayah Syam." Dia bertempat-tinggal di Al-Auza', sebuah kampung kecil di daerah Bab al-Faradis, di dekat Damaskus, kemudian dia pindah ke Beirut, hingga dia meninggal di sana.[1] Dia dilahirkan pada tahun 88 H dan mengalami masa kanak-kanak dalam keadaan yatim. Ia melakukan perjalanan menuntut ilmu rihlah menuju Yamamah dan Bashrah. Tidak banyak karya pribadinya yang masih bertahan dan dapat ditemukan pada saat ini, meskipun begitu berbagai perkataannya masih dapat ditemui dari nukilan-nukilan yang terdapat pada kitab-kitab karya muridnya dan para ulama sesudahnya. Abu Zur’ah mengatakan tentangnya, “Pekerjaan dia adalah menulis dan membuat risalah. Risalah-risalah dia sangat menyentuh.” Ia begitu dihormati oleh Khalifah Al-Manshur dan pernah ditawari untuk menjadi hakim qadhi oleh Khalifah namun Al-Auza'i menolaknya. Di akhir hayatnya, ia berangkat ke Beirut untuk melaksanakan tugas ribath menjaga daerah perbatasan dan wafat di sana. Dikatakan warisan yang ia tinggalkan hanya enam dinar yang merupakan sisa dari sedekah yang dia berikan. Biografi Abu Amru Abdurrahman Al-Auza’i Wafat 157 H Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang biografi Abu Amru Abdurrahman Al-Auza’i. Beliau merupakan slah satu perawi hadits, selain itu beliau juga ahli fiqih. Untuk lebih jelasnya mari kita sima’ biografi beliau. Nama Lengkap Nama sebenarnya adalah Abu amr Abdurahman bin amr Asy Syamy ad Dimasqy. Ia seorang fiqh di Syam di masanya. Dilahirkan pada tahun 88 H. Penduduk Syam dan Maghribi bermadzhabkan beliau sebelum bermadzhab dengan Malik. Beliau seorang Ulama Tabi’it Tabi’in, menerima hadits dari golongan Tabi’in yaitu Atha’ bin Abi Rabah, Qatadah, Nafi’, az Zuhry, Yahya bin Abi Katsir dan yang laiinya. Diantara imam imam yang meriwayatkan hadits dari padanya yaitu Sufyan, Malik, Syu’bah, Ibn Mubarak, dan yang lainnya. Baca juga Biografi Imam Abu Hanifah Para ulama sepakat bahwa al Auza’iy seorang yang tinggi ilmunya dalam bidang hadits dan fiqh. Abdurahman ibn Mahdy berkata,” tidak ada seorang alim tentang sunnah di Syam melainkan al Auza’iy”. Huqal berkata,” al Auza’iy telah menjawab 1000 masalah dari pertanyaaan2 dan para ulama mengakui ketinggian ilmunya”. Para ulama yang semasa dengan beliau mengatakan bahwa beliau adalah seorang imam dalam bidang hadits dan fiqh dan seorang yang berani berterus terang dalam mengemukakan kebenaran kepada para penguasa. Ia wafat pada tahun 157 di Beirut Disalin dari riwayat al Auza’iy dalam Tahdzibul asma karya Karya an-Nawawi no 1 298

biografi imam al auza i