WagubDKI Larang PNS Pemprov DKI Gelar Open House Saat Lebaran PYONGYANG- Siapa mengira menu lontong sayur, opor ayam, bakso, rendang hingga rengginang ada di Korea Utara (Korut) pada perayaan Idul Fitri tahun ini? Makanan khas Indonesia tersebut disuguhkan dalam open house yang diselenggarakan Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Utara, Berlian Napitupulu, pada Rabu (5/6/2019) di Wisma Duta Besar RI, di Pyongyang. DetailUndangan Buka Puasa Bersama Dan Open House Lebaran Oleh Direktur - Polnes (Politeknik Negeri Samarinda) Official Web, klik untuk melihat koleksi gambar lain di Undangan Buka Puasa Bersama Dan Open House Lebaran Oleh Direktur - Polnes (Politeknik Negeri Samarinda) Official Web. Tipe Gambar. jpg. Dimensi Gambar. 768 x 809 cash. - Kuatnya penyebaran agama Islam di Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa serta keturunan Arab seprti Yaman atau jazirah Arab lainnya bisa dibuktikan dengan banyaknya serapan bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa contoh pengaruh tersebut adalah dalam tradisi yang sebentar lagi akan dilakukan oleh banyak umat Islam di Indonesia ketika Lebaran yaitu Halal bihalal. Tradisi Halal bihalal yang dilakukan setiap Idul Fitri merupakan kegiatan silaturahmi dengan mengunjungi rumah-rumah tetangga, saudara, maupun kerabat berkembangnya zaman, Halal bihalal kemudian menjadi semacam open house’ di mana pemilik rumah atau sebuah instansi akan mengundang orang untuk berkunjung ke kediamannya untuk bersilaturahmi serta bersalaman dan saling memaafkan dalam nuansa Idul Fitri. Sejarah Halal Bihalal Terdapat beberapa versi mengenai sejarah Halal bihalal yang menjadi sebuah tradisi di Indonesia. Salah satunya adalah versi yang dilansir dari laman resmi Kemenko PMK, yaitu bahwa Halal bihalal berasal dari tahun 1948 di mana ulama pendiri Nahdlatul Ulama bernama KH Abdul Wahab Hasbullah mengenalkan istilah tersebut kepada Bung Soekarno, KH Abdul Wahab menjelaskan bahhwa Halal bihalal merupakan bentuk silaturahmi antar pemimpin politik yang kala itu sedang menghadapi berbagai konflik. Mendengar saran tersebut, Presiden pertama RI tersebut kemudian mengundang para tokoh politik untuk berkunjung ke Istana Negara dalam acara silaturahmi bertajuk Halalbihalal’.Para tokoh politik yang datang lalu berkumpul dalam satu meja dan kemudian bersama-sama menjalin kekuatan demi persatuan bangsa untuk ke depannya. Semenjak saat itu, berbagai instansi pemerintahan pada masa Soekarno menjadi rutin mengadakan kegiatan Halal bihalal di kantornya masing-masing dan diikuti oleh masyarakat Halal Bihalal Jika ditinjau dari aspek bahasa atau linguistik, kata halal dalam bahasa Arab diambil dari halla’ atau halala’ yang memiliki banyak makna tergantung rangkaian kalimat. Beberapa makna tersebut antara lain halal al-habi’ yang berarti mengurai kembali benang yang kusut, lalu halla al-maa’ yang memiliki arti mengendapkan air yang keruh, serta halla as-syai’ yang memiliki arti menghalalkan dari situs UIN SGD, melalui tinjauan linguistik, halal bi halal bisa dipahami sebagai penyambung dari apa-apa yang sebelumnya putus. Hal tersebut dimungkinkan jika para pelaku yang ikut Halal bihalal ingin menjadikan momen tersebut sebagai media silaturahmi dan juga saling memaafkan demi mendapatkan hakikat dari Idul Fitri itu dalamnya, Halal bihalal dimaknai bukan hanya sebagai ritus keagamaan semata, melainkan juga demi kemanusiaan, kebangsaan, serta kegiatan positif demi kemaslahatan Undangan Untuk Halal Bihalal Assalamualaikum Wr. suasana yang fitri dan mempererat silaturahmi, dengan penuh kerendahan hati kami mengundang Bapak/Ibu/Saudarai untuk hadir dalam acara Halal Bihalal yang InsyaAllah akan dilaksanakan padaHari/Tanggal hari, tanggal, bulan, tahunWaktu jam mulai - selesaiTempat alamat lengkapAcara ini sebagai jalan untuk kita dalam mempererat tali silaturahmi antarsesama dan sebagai ajang untuk bermaaf-maafan serta saling melepas harap Bapak/Ibu/Saudarai dapat hadir untuk ikut serta dalam acara ini agar kita bisa berkumpul penuh sukacita dalam suasana yang kasih, Wassalamualaikum Wr. Wb.Nama pengirim undanganBaca juga Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H Lebaran 2023 5 Ucapan Perpisahan dengan Bulan Ramadhan yang Menyentuh Hati Contoh Undangan Open House Lebaran Idul Fitri 2023 - Sosial Budaya Kontributor Fajri RamdhanPenulis Fajri RamdhanEditor Yandri Daniel Damaledo Menjelang lebaran, ada banyak persiapan tradisi yang dilaksanakan di hari Raya. Selain bersilaturahmi antar keluarga, kerabat, dan sahabat, menyiapkan berbagai macam menu penganan khas lebaran, istilah open house juga kerap terdengar di hari Idul Fitri. Sebenarnya apa itu open house saat lebaran dan apa saja tips untuk menyelenggarakan open house di rumah jika Parents tertarik untuk melakukannya? Berikut adalah ulasannya. Artikel Terkait 11 Tradisi Lebaran yang masih Tetap Terjaga Kelestariannya Memahami Budaya Open House Istilah open house memiliki makna membuka rumah untuk kedatangan siapa saja yang ingin berkunjung di hari raya. Biasanya istilah ini digunakan untuk orang-orang penting, terkenal, atau berpangkat, misalnya pejabat, artis, dan orang-orang penting lainnya. Dalam sesi open house saat lebaran ini, masyarakat bisa berkunjung ke tempat pemimpinnya untuk sekedar bersilaturahmi. Rumah yang mengadakan open house biasanya sudah dilengkapi dengan sajian ala prasmanan, dan sepulang dari open house tamu bisa mendapatkan bingkisan berupa barang atau angpau berisi uang dari sang tuan rumah. Biasanya open house di rumah orang-orang terkenal ini dipadati oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Oleh karena itu, biasanya dipersiapkan petugas keamanan hingga petugas medis untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan misalnya tamu yang berdesak-desakkan hingga tamu yang pingsan di kerumunan. Open house saat lebaran digelar sebagai wadah untuk silaturahmi dan bersosialisasi. Menjalin silaturahmi adalah salah satu amalan ibadah yang penting dalam ajaran agama Islam. Rasulullah bersabda bahwa barang siapa yang memelihara tali silaturahmi dengan sesama muslim akan mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT. Dewasa ini, kegiatan open house tak hanya diadakan oleh pejabat saja, namun rakyat biasa pun bisa menyelenggarakannya, baik dalam skala besar maupun skala kecil. Open house saat lebaran bisa menjadi kesempatan bagi Parents untuk mengenal lebih dekat tetangga sekitar rumah atau sanak saudara dari jauh, menjamunya, dan berbagi kebaikan, terutama di hari besar seperti hari raya Idul Fitri. Artikel Terkait 20 Ide Dekorasi Lebaran, Membuat Suasana Hari Raya Lebih Terasa 7 Tips Menyelenggarakan Open House saat Lebaran di Rumah Menjalin tali silaturahmi dengan menyelenggarakan open house merupakan salah satu ide kegiatan untuk hari Lebaran. Apakah Parents tertarik untuk ikut mengadakan open house? Bagaimana jika masih dalam suasana pandemi seperti sekarang ini? Berikut adalah beberapa tips untuk menyelenggarakan open house di rumah agar berjalan dengan lancar. 1. Memilih Menu Makanan Acara open house saat lebaran tak lengkap tanpa hidangan khas Idul Fitri, misalnya ketupat, lontong sayur, opor, rendang, hingga sambal goreng. Menu makanan khas lebaran ini bisa berbeda-beda tergantung daerahnya. Apa saja menu andalan Parents untuk hari raya? Sebelum menyelenggarakan open house, Parents harus menyiapkan makanannya terlebih dahulu. Jika kira-kira akan ada banyak orang yang datang, pertimbangkan untuk menggunakan jasa katering agar tidak terlalu capek memasak dan menyiapkan makanan. Namun sebaiknya, tamu yang diundang disesuaikan dengan luas ruangan agar tidak berdesakan. Jika yang datang hanya keluarga dan sahabat terdekat, Anda bisa saja memasak sendiri menu andalan keluarga untuk disajikan nanti. Siapkan juga kue-kue kering khas lebaran misalnya nastar, kastengel, putri salju, dan lain sebagainya. Tamu yang tidak terlalu banyak juga akan lebih aman untuk kesehatan semua anggota keluarga dan tamu yang hadir. 2. Mendekor Rumah untuk Open House saat Lebaran Supaya lebih meriah, pasang dekorasi khusus di rumah sebelum open house. Parents bisa mulai dengan menyiapkan space khusus, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Jika open house digelar di dalam ruangan, persiapkan tempat terbuka dan gelarlah karpet untuk tempat tamu undangan. Apabila open house akan diadakan di luar ruangan, siapkan meja dan kursi makan agar tamu-tamu nyaman. Berikan sentuhan khas, misalnya memajang pajangan, tanaman hias, dan lain sebagainya. Artikel terkait 20 Ide Dekorasi Lebaran, Membuat Suasana Hari Raya Lebih Terasa 3. Menentukan Hari Penyelenggaraan Kebanyakan open house digelar di hari pertama Lebaran, biasanya setelah melaksanakan shalat Ied. Meskipun begitu, aturan tersebut tidak saklek dan open house masih bisa diselenggarakan di hari kedua, maupun beberapa hari setelah lebaran. Pilihlah jadwal yang sekiranya cocok dengan Parents, keluarga, dan tamu-tamu yang akan datang. Perkirakan pula apakah keluarga akan pergi mudik atau tidak. Pengaturan jadwal berkunjung ini juga akan bermanfaat untuk keamanan dan kenyamanan para tamu, serta menjaga kesehatan pemilik rumah dan tamu yang berkunjung. Informasi tambahan juga harus diberitahukan lebih awal ke calon pengunjung, seperti membawa masker lebih untuk penggantian masker setelah digunakan 1-2 jam saat acara berlangsung. Hand sanitizer pun penting untuk dibawa oleh masing-masing tamu yang hadir. Artikel Terkait Lebaran Sebentar Lagi, Coba 8 Resep Kue Unik untuk Suguhan di Hari Raya 4. Batasi Undangan Open House saat Lebaran di Tengah Pandemi Parents bisa menyebar undangan untuk datang ke open house yang diselenggarakan kepada para tamu, misalnya keluarga atau sahabat terdekat. Bisa membuat undangan resmi, namun bisa juga sekadar mengabarkan saja melalui pesan telepon atau whatsapp. Namun ingat, melewati momen Lebaran di tengah pandemi seperti saat ini tentu saja akan terasa berbeda. Salah satunya menghindari keruman. Untuk itu pastikan untuk membatasi tamu undangan. Jika perlu seleksi dan cari tahu bagaimana kondisi kesehatan tamu yang akan datang. Pastikan menu makanan yang tersedia cukup untuk semua tamu dan ruangan yang dipersiapkan juga bisa menampung tamu-tamu yang diundang. Dalam keadaan pandemi seperti sekarang, akan lebih bijak jika membatasi tamu undangan agar jumlahnya tidak membludak. Selektif memilih tamu undangan, dan pastikan pula semua yang hadir sehat, memakai masker, dan mempraktikkan physical distancing guna mencegah penyebaran virus. Parents juga bisa memilih untuk meniadakan tradisi open house yang sekiranya berisiko, misalnya salam cium pipi cipika-cipiki, sungkeman, atau lain sebagainya. 5. Menyiapkan Buah Tangan ketika Mengadakan Open House saat Lebaran Salah satu yang tak boleh ketinggalan pada open house adalah buah tangan. Parents bisa menyiapkan bingkisan berupa makanan khas lebaran, pernak-pernik, hampers, dan juga angpau berisi uang. Kemaslah dalam bungkus yang menarik, dan persiapkan sesuai dengan jumlah tamu yang diundang. Berbagi kebahagiaan di hari kemenangan ini dapat dimanfaatkan untuk menjalin hubungan yang lebih baik. 6. Membersihkan Rumah Setelah Open House Segera setelah acara open house, terlebih jika diadakan di tengah pandemi, sebaiknya rumah langsung dibersihkan dan disemprot menggunakan desinfektan khusus ruangan. Jangan luput membersihkan tempat-tempat yang sering disentuh oleh orang misalnya gagang pintu, pagar, dan lain sebagainya. Membersihkan rumah segera setelah open house bisa meminimalisir risiko virus tetap tinggal di barang-barang setelah dikunjungi orang. 7. Open House Virtual Jika masih belum yakin untuk mengadakan open house di tengah pandemi, Parents bisa mempertimbangkan untuk mengadakan open house virtual. Memanfaatkan teknologi misalnya dengan Zoom Meeting, Google Meet, hingga room Video Call Whatsapp bisa digunakan untuk acara open house virtual tanpa harus bertemu langsung dan bersentuhan. Parents dapat mengadakan games-games seru yang sekiranya bisa dilakukan secara virtual tanpa mengurangi keseruan bersilaturahmi jarak jauh. Para sesepuh pun bisa diundang tanpa menyebabkan risiko pada kesehatan mereka, misalnya untuk memberikan khutbah ala lebaran. *** Itulah beberapa tips untuk menyelenggarakan open house di rumah pada hari Lebaran. Apakah Parents juga sudah pernah mengadakan open house kecil-kecilan sebelumnya? Mudah-mudahan momen ini bisa menjadi kesempatan kita untuk mempererat tali silaturahmi dengan sesama. Baca Juga 10 Ide Hampers Lebaran yang Anti Mainstream Bijak Menyiasati Anggaran Belanja Jelang Lebaran 13 Ide Hadiah Lebaran untuk Keluarga dan Sahabat, Sederhana tapi Berkesan! Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android. RumahCom – Sebagai bulan yang paling dirindukan umat Muslim, tidak hanya berpuasa ada sejumlah kegiatan yang begitu dinantikan salah satunya bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Sayangnya selama masa pandemi, kegiatan tersebut dibatasi dan kebanyakan hanya dilakukan secara daring demi menghindari penyebaran virus. Namun kini setelah situasi berangsur pulih, masyarakat mulai merencanakan untuk menyelenggarakan open house Lebaran dan mempersilakan keluarga serta teman datang berkunjung. Apakah Anda juga berniat mengadakannya di rumah? Jika iya, yuk cari tahu dulu persiapan dan rekomendasi menu masakan yang ada pada open house Asal Usul Open House dan ArtinyaPersiapan Mengadakan Open House Saat LebaranMakanan yang Biasa Ada di Open HouseTips Mengadakan Open House Saat Lebaran Asal Usul Open House dan Artinya Momen open house Lebaran dimanfaatkan untuk silaturahmi. Foto iStock – Edwin Tan Open house adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempersilakan orang lain berkunjung ke rumah. Dalam menyambut para tamu yang datang, tuan rumah akan mempersiapkan berbagai makanan dan minuman sebagai bentuk apresiasi atas waktu yang sudah diluangkan untuk berkunjung. Open house sendiri di Indonesia biasanya dilakukan untuk merayakan hari besar seperti Lebaran atau ketika mengadakan syukuran. Akan tetapi, pengertian open house bagi warga negara barat seperti Amerika, Kanada, dan Inggris cukup berbeda. Bukan kegiatan berkunjung ke rumah, open house biasanya diselenggarakan sebuah institusi yang mempersilakan masyarakat umum melihat isi bangunan di dalamnya sekolah,galeri,museum privat, dll. Sementara itu, dalam tradisi masyarakat Indonesia, kegiatan open house Lebaran lebih dikenal dengan istilah halal bihalal atau gelar griya dalam padanan Bahasa Indonesianya. Merujuk pada pernyataan Shihab, halal bihalal adalah gabungan dari dua kata dalam Bahasa Arab yaitu halal’ yang diapit kata penghubung ba’ dibaca bi yang berarti dengan’. Fakta uniknya, meskipun berasal dari Bahasa Arab, tradisi ini tidak ada di sana atau bisa dikatakan sebagai tradisi khas Indonesia. Hal itu diperkuat dengan membakukan kata Halalbihalal ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI sehingga memiliki arti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat auditorium, aula, dan sebagainya oleh sekelompok orang. Halalbihalal juga diartikan sebagai bentuk silaturahmi. Lebih lanjut, jika ditarik ke belakang ada sejumlah versi asal usul halalbihalal atau open house. Dilansir dari situs Kemenkopmk, kata halalbihalal masuk dalam kamus Jawa-Belanda karya tahun 1938. Dijelaskan jika halalbihalal berasal dari kata alal behalal’ yang berarti datang pergi dengan salam untuk kesalahan kepada orang yang lebih tua setelah puasa. Asal usul istilah halalbihalal dipercaya datang dari pedagang martabak asli asal India di Taman Sriwedari Solo sekitar tahun 1935-1936. Karena merupakan kuliner baru saat itu, pedagang dibantu warga setempat mempromosikan martabak dengan kalimat “Martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal!”. Akhirnya kata-kata tersebut mulai populer dan digunakan masyarakat sebagai istilah untuk mengunjungi Taman Sriwedari pada saat Lebaran dan berkembang menjadi acara silaturahmi antar keluarga dan kerabat. Jadi bisa disimpulkan jika open house secara global diartikan sebagai momen untuk membuka/mempersilakan masyarakat umum datang melihat-lihat sebuah bangunan atau tempat sementara bagi masyarakat Indonesia lebih dimaknai sebagai momen berkunjung pada hari besar. Tidak hanya Indonesia ada pula beberapa negara yang memiliki tradisi serupa antara lain negara Malaysia, Turki, dan UAE. Itulah asal usul open house dan artinya. Nah, jika Anda ingin mengadakan open house saat lebaran Anda bisa mencari hunian yang estetik dan luas. Cek daftar hunian di Rawamangun, Jakarta Timur berikut ini sebagai referensi Anda! Persiapan Mengadakan Open House Saat Lebaran Sebelum menyambut tamu, pastikan rumah dalam keadaan bersih. Foto iStock – People Images 1. Menyiapkan Makanan dan Minuman Khas Ada yang bilang ketika mengadakan acara, salah satu hal yang akan diingat oleh para tamu adalah hidangan yang disajikan. Karena itu ketika mengadakan open house berikan kesan baik dengan menyiapkan makanan dan minuman khas dari daerah tuan rumah. Anda bisa membuatnya sendiri atau membelinya melalui restoran atau toko online sekitar. Tapi ingat saat menyajikan aneka masakan, siapkan juga penutup makanan agar kebersihannya terjaga. 2. Membersihkan Rumah Selain menu makanan, kebersihan rumah juga jadi aspek penting dalam mempersiapkan open house Lebaran. Anda tentu tidak ingin tamu yang datang melihat rumah berantakan, kan? Jadi, bersihkan ruangan yang akan digunakan secara menyeluruh 1-2 hari sebelum acara. Agar memberikan suasana baru, Anda juga bisa memberikan dekorasi khas Idul Fitri atau menambahkan aromaterapi. 3. Menyiapkan Buah Tangan untuk Dibagikan Ketika bertamu ke rumah keluarga atau kerabat saat Lebaran, kebanyakan orang Indonesia akan membawakan bingkisan bagi tuan rumah. Karena itu, sebagai tuan rumah jangan lupa menyiapkan juga buah tangan sebagai ucapan terima kasih dan momen berbagi. Anda bisa membungkus makanan atau parsel kecil bagi para tamu yang berkunjung. Makanan yang Biasa Ada di Open House Selain makanan berat, siapkan kudapan dan buah ketika open house. Foto iStock – Gahsoon Ketika mengadakan open house, Anda tentu tidak akan membiarkan para tamu kelaparan, bukan? Agar kegiatan kumpul bersama jadi makin menyenangkan, berikut rekomendasi makanan yang biasa disajikan pada acara open house Lebaran 1. Rendang Daging Menu Lebaran yang paling sering jadi incaran para tamu adalah rendang. Perpaduan daging dan aneka rempah yang kuat mampu membangkitkan selera makan. Saat open house, Anda bisa memilih jenis rendang basah atau kering sesuai selera. 2. Opor Ayam Selain rendang, primadona masakan ketika Idul Fitri adalah opor ayam yang disajikan bersama lontong. Bisa dibilang inilah hidangan Lebaran paling khas di Indonesia karena ketika menyantapnya Anda akan selalu teringat kenangan merayakan Idul Fitri di rumah kakek nenek. 3. Nasi Kuning Perayaan hari besar sering kali identik dengan menyajikan nasi kuning lengkap dengan aneka lauk pauknya seperti tempe orek, perkedel kentang, sambal ati, dan telur. Agar makin meriah, lengkapi sajian nasi kuning dengan kerupuk dan lalapan. 4. Bakso Jika bosan dengan menu bersantan, aneka jenis bakso seperti bakso urat dan bakso malang bisa jadi rekomendasi hidangan open house. Porsinya yang tidak terlalu berat membuat tamu masih bisa menyantap makanan atau kudapan lain yang disediakan. 5. Sate Terakhir, ada berbagai olahan sate mulai dari sate kambing, sate ayam, sate lilit bali, sampai sate taichan bisa Anda pilih. Lezat dan lebih praktis disantap sambil bercengkrama, dijamin para tamu tidak akan mampu menolak menu satu ini. Tips meja tambahan untuk meletakkan makanan dan minuman terpisah sehingga terlihat lebih rapi. Tips Mengadakan Open House Saat Lebaran Sebelum menyambut tamu, pastikan rumah dalam keadaan bersih. Foto Pexels – Pixabay Dari pembahasan sebelumnya, Anda telah mendapatkan referensi makanan yang bisa disajikan saat mengadakan open house. Selain memperhatikan hidangan, ada sejumlah yang harus diperhatikan agar tamu yang datang ke open house merasa nyaman. Apa saja? Simak tipsnya berikut ini 1. Buat Pengumuman Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum mengadakan open house adalah membuat pengumuman yang jelas. Sering dilupakan, tapi Ini penting agar tamu yang ingin diundang mengetahui tanggal pastinya dan menghindari kerabat datang saat tuan rumah sedang pergi. Anda bisa mengirim undangan ke grup keluarga atau melalui status WhatsApp. Keuntungan lainnya, tuan rumah bisa memperkirakan berapa porsi makanan dan bingkisan yang harus disiapkan untuk acara open house. 2. Susun Acara yang Menarik Agenda utama ketika open house memang bersilaturahmi. Namun, tidak ada salahnya menyusun acara seperti menambahkan sesi game ke dalam agenda open house. Anda bisa memilih permainan yang mudah seperti kartu atau mengajak para tamu untuk karaoke bersama. Dijamin suasana akan lebih cair dan terasa sangat menyenangkan! 3. Sediakan Area Bermain Tips lainnya ketika mengadakan open house adalah menyediakan ruangan bermain bagi anak-anak. Selain bermain, tamu undangan Anda mungkin saja baru memiliki bayi sehingga perlu tempat untuk menyusui atau mengganti popok. Karena itu, sediakan satu ruangan yang cukup leluasa digunakan agar anak dan balita bisa bergerak bebas. 4. Gunakan Alat Makan yang Proper Ketika telah menyiapkan makanan dan minuman lezat, jangan lupa gunakan alat makan yang baik. Anda bisa memilih set peralatan makan dengan warna atau motif yang seragam agar senada dengan dekorasi rumah. Persiapkan juga cutleries seperti sendok teh, garpu, piring kecil, dan gelas di tempat yang mudah dijangkau tamu. Jangan sampai ketika hendak makan, para undangan harus menunggu alat makan dicuci lebih dulu. Tonton video berikut ini untuk mencari inspirasi furnitur bagi rumah minimalis! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah

undangan open house lebaran